Cursor

Pembukaan KPM UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo Tahun 2026 di Desa Sooko

Pembukaan KPM UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo Tahun 2026 di Desa Sooko Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo



Sooko, 9 Juli 2026 – Pemerintah Desa Sooko secara resmi menerima kehadiran mahasiswa Kelompok Pengabdian Masyarakat (KPM) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo Tahun 2026 melalui kegiatan pembukaan yang diselenggarakan di Balai Desa Sooko, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, pada Kamis (9/7/2026)  sekitar pukul 09.00 WIB.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 46 dan Kelompok 47 KPM UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, didampingi oleh dua Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yaitu Subhan Fathu Alam, M.Pd.I. dan Imam Hanafi, S.Pd.I., M.H.I. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Sooko, Bapak Sudarto, beserta jajaran perangkat desa.

Pelaksanaan KPM tahun ini mengusung tema "Sustainable Community Development Berbasis Ekoteologi dalam Penguatan Multisektor; Pendidikan, Hukum, Ekonomi, dan Sosial Keagamaan." Melalui tema tersebut, mahasiswa diharapkan mampu berkolaborasi dengan masyarakat dalam mengembangkan potensi desa melalui berbagai program pengabdian yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

Acara pembukaan berlangsung dengan tertib dan khidmat. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara Putri Ardina Setia Sari dari Kelompok 47, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Fakih Bahrul Ni'am. Selanjutnya, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu oleh Tyas Wulan sebagai dirigen.

Memasuki sesi sambutan, Ehsan Mubarok selaku Koordinator Desa yang mewakili Kelompok 46 dan Kelompok 47 menyampaikan komitmen mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat secara optimal selama masa KPM yang berlangsung mulai 8 Juli hingga 14 Agustus 2026. Ia berharap seluruh program kerja yang telah dirancang dapat berjalan dengan baik melalui dukungan dan kerja sama dari Pemerintah Desa serta masyarakat Desa Sooko.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Subhan Fathu Alam, M.Pd.I., selaku perwakilan Dosen Pembimbing Lapangan. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kegiatan KPM merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki sekaligus belajar langsung dari kehidupan masyarakat melalui sikap yang santun, adaptif, dan penuh tanggung jawab.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Sooko Bapak Sudarto menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Sooko sebagai lokasi pelaksanaan KPM. Beliau mengajak seluruh mahasiswa untuk menjalin komunikasi yang baik dengan Pemerintah Desa, perangkat desa, maupun tokoh masyarakat selama menjalankan program pengabdian.

"Kami berharap apabila mahasiswa membutuhkan bantuan atau informasi dalam pelaksanaan program kerja, agar senantiasa berkoordinasi dengan perangkat desa maupun tokoh masyarakat yang berkaitan. Begitu pula sebaliknya, Pemerintah Desa siap memberikan dukungan demi kelancaran kegiatan KPM. Yang tidak kalah penting, mahasiswa diharapkan dapat membaur dengan masyarakat sehingga keberadaan KPM benar-benar memberikan manfaat bagi warga Desa Sooko," tutur Bapak Sudarto.

Sebagai bentuk dimulainya kegiatan pengabdian, Kepala Desa Sooko secara resmi membuka Kelompok Pengabdian Masyarakat UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo Tahun 2026 di Desa Sooko.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Imam Hanafi, S.Pd.I., M.H.I., dilanjutkan penutupan acara. Sebagai penutup kegiatan, seluruh peserta, dosen pembimbing, dan Pemerintah Desa melaksanakan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi dan komitmen dalam mendukung pelaksanaan KPM di Desa Sooko.

Melalui pelaksanaan KPM ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang harmonis antara mahasiswa, Pemerintah Desa, dan masyarakat dalam mewujudkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan Desa Sooko. Kehadiran mahasiswa KPM diharapkan mampu menjadi mitra masyarakat dalam mendorong penguatan sektor pendidikan, hukum, ekonomi, serta sosial keagamaan yang selaras dengan semangat pembangunan berkelanjutan.



by team Kelompok 47
KPM UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
@2026

PERINGATAN HARI SANTRI

 

DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI SANTRI NASIONAL TAHUN 2025


By Admin Website Desa Sooko, Oktober 2025

Hari Santri merupakan momentum nasional untuk mengenang perjuangan serta kontribusi para santri terhadap sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Penetapan Hari Santri secara resmi diumumkan oleh Presiden Joko Widodo pada 15 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal, Jakarta, setelah penandatanganan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015.

Tanggal 22 Oktober dipilih sebagai Hari Santri Nasional untuk memperingati Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 resolusi tersebut menjadi tonggak penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan menegaskan peran besar santri dalam perjuangan bangsa.

Menjelang Hari Santri 2025, berbagai daerah di Indonesia mulai melakukan persiapan acara untuk memeriahkan peringatan nasional ini.

Pemerintah Kabupaten Ponorogo juga telah menyiapkan berbagai agenda peringatan Hari Santri 2025.

Dalam rapat koordinasi di Ruang Bantarangin pada Senin (6/10/2025), Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko atau yang akrab disapa Kang Giri, menyampaikan bahwa Hari Santri bukan hanya milik pesantren semata.

“Kalau Hari Santri hanya milik pesantren, itu sudah ketinggalan zaman,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Ponorogo terus mematangkan persiapan jelang peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-X tahun 2025 yang akan dipusatkan di Bumi Reog. Rapat koordinasi lintas elemen masyarakat digelar di ruang Bantarangin, Minggu (12/10/2025) malam, untuk memantapkan konsep acara bertema “Gerakan Ayo Mondok.”

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, mengatakan bahwa peringatan HSN kali ini difokuskan untuk mengajak generasi muda agar menempuh pendidikan melalui pondok pesantren.

Menurut Sugiri Sancoko konsep Gerakan Ayo Mondok akan dikemas lebih segar dengan nuansa kekinian agar mudah diterima oleh generasi muda. Beragam kegiatan seperti Santri Run, Santri Ekstravaganza, Halaqoh Kebangsaan, Tabligh Akbar, Manuskrip Pesantren, hingga Apel Akbar akan meramaikan peringatan tersebut.

Dalam Rangka memperingati hari santri Pemerintah Kabupaten Ponorogo mengeluarkan himbauan mulai tanggal 13 sampai dengan tanggal 22 Oktober semua instansi dan elemen masyarakat untuk memakai pakaian santri yakni bagi yang merasa laki – laki menggunakan sarung dan kopyah sedang untuk perempuan menggunakan gamis, berkerudung.

Untuk itu sebagai bentuk keikut sertaan Pemerintah Desa Sooko Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo dalam memperingati hari Santri Nasional dan tindak lanjut atas HImabauan Bapak Bupati Ponororogo maka Pemerintah Desa Sooko mengeluarkan Surat Himbauan yang ditujukan kepada semua Intansi, Lembaga Desa (seperti LPMD, PKK, Posyandu, dll), Lembaga Kemasyarakatan Desa (seperti Ketua RT, RW, Karang Taruna, Majelis Taklim/Pengajian, dll), Takmir Masjid dan Musholla, para pedagang dan masyarakat se-Desa Sooko mulai tanggal 13 sampai dengan 22 Oktober 2025 untuk memakai pakaian muslim. Selain itu dalam meyemarakan peringatan hari santri nasional Pemerintah Desa Sooko berencana melaksanakan kegiatan bernuansa islami sesuai dengan kondisi dan situasi.

Pembentukan Koperasi Merah Putih

 PEMBENTUKAN KOPERASI MERAH PUTIH
DESA SOOKO KECAMATAN SOOKO KABUPATEN PONOROGO


By Admin Website Desa Sooko, September 2025

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah lembaga ekonomi masyarakat desa yang dibentuk untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi melalui prinsip gotong royong, dengan tujuan membangun ekonomi kerakyatan yang kuat dari hulu ke hilir, termasuk swasembada pangan, melalui usaha bersama yang berbasis kebutuhan lokal. Koperasi ini dapat menyediakan berbagai layanan seperti apotek, klinik, simpan pinjam, pengadaan sembako, pergudangan, dan logistik, serta didukung oleh pemerintah melalui sumber pendanaan APBN dan anggaran daerah.

Tujuan Utamanaya yaitu:

  1. Meningkatkan Kesejahteraan: Fokus pada peningkatan kualitas hidup dan kemakmuran masyarakat desa.
  2. Membangun Ekonomi Kerakyatan: Menguatkan basis ekonomi di tingkat desa sebagai pilar pembangunan ekonomi nasional.
  3. Mewujudkan Kemandirian Ekonomi: Membentuk masyarakat desa yang mampu mengelola dan mengembangkan potensi ekonomi mereka sendiri.
  4. Memperkuat Ketahanan Pangan: Mengatasi masalah distribusi pangan dan menstabilkan harga kebutuhan pokok di desa.

Pada Rapat Terbatas di Istana Negara pada 3 Maret 2025, Presiden RI mengumumkan peluncuran 80.000 koperasi desa dengan nama Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan akan dilakukan launching Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bertepatan pada Hari Koperasi Nasional pada 12 Juli 2025. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui koperasi.

Berdasarkan hal tersebut Desa Sooko kecamatan Sooko Kabupaten ponorogo melaksanakan kegiatan Musyawarah Desa dalam rangka pembentukan Koperasi Merah Putih yang dilaksanakan pada hari Senin tanggal 29 September 2025 di Balai Desa Sooko.

Adapun pada kegitan tersebut dihadiri oleh Perangkat Desa beserta Lembaga Desa diantaranya Pengurus Koperasi merah Putih, Pengurus RT se Desa Sooko, Pengurus BPD, Perwakilan kelompok Tani, Kelompok peternak, dan juga perwakilan Kader Desa.

Dalam Musyawarah tersebut telah di sepakati membentuk Koperasi merah Putih Desa Sooko dengan nama Koperasi Sooko Makmur dengan ketua SASETYA NANANG HERWANTO. Pada sambutannya ketua terpilih memaparkan program kedepan yaitu “Koperasi merah Putih ini merupakan koperasi milik seluruh masyarakat Desa Sooko, kedepan mari kita mengelola Kopdes merah Putih ini dengan sungguh-sungguh, agar dapat meningkatkan kesejahteraan untuk warga masyarakat Desa Sooko. Kita manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya karena program Kopdes Merah Putih ini merupakan Program unggulan Pak Presiden, tentunya akan mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah.”

Pada Musyawarah Desa dalam hal pembentukan anggota terlihat bahwa Program tersebut mendapatkan respon positif dari Masyarakat Desa Sooko, terutama dari undangan peserta Musdes yang hadir pada kegiatan tersebut. Tentunya melalui program Kopdes merah Putih, dapat membantu masyarakat Desa Sooko untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga terutama di bidang perekonomian.

Diharapkan dengan hadirnya Koperasi Merah Putih ini bisa berjalan seiring dengan BUMDes untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Sooko Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo.

Upacara Pengibaran Bendera HUT RI Tahun 2025

 

UPACARA PENGIBARAN BENDERA MERAH PUTIH DALAM RANGKA
MEMPERINGATI HUT RI KE-80



By Admin Website Desa

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Desa Sooko Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo menyelenggarakan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Lapangan Umum Desa Sooko yang lebih dilkenal dengan sebutan Lapangan Puthuk  pada hari Minggu Legi tanggal 17 Agustus 2025.

Upacara dimulai tepat pukul 07.00 WIB, dipimpin langsung oleh Kepala Desa Sooko Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo sebagai Inspektur Upacara. Petugas upacara terdiri dari perangkat desa, BPD, tokoh pemuda, dan KKN Muhammadiyah Ponorogo.

Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Sejak pagi, warga dari telah berdatangan dengan mengenakan pakaian kreasi dan inovatif, ada yang memakai pakaian kas ponoragan, batik, seragam organisasi, hingga baju rias sebagai wujud kecintaan kepada bangsa. Berbagai elemen hadir dalam upacara ini, mulai dari BPD, LPM, Karang Taruna, PKK, RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, para pelajar, hingga warga umum.

Prosesi pengibaran bendera berlangsung khidmat dan penuh makna. Saat Sang Saka Merah Putih dikibarkan diiringi lagu kebangsaan "Indonesia Raya", seluruh peserta berdiri tegap dengan rasa haru dan bangga. Momentum ini menjadi simbol persatuan, pengorbanan, serta semangat perjuangan para pahlawan bangsa yang diwariskan kepada generasi penerus.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Desa Sooko Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo memiliki rasa nasionalisme dan kebersamaan yang tinggi. Semangat gotong royong dan kekompakan tampak dalam setiap rangkaian acara, menjadikan peringatan HUT RI ke-80 bukan hanya sebuah seremoni, tetapi juga momen kebersamaan dan kebanggaan bersama.

Dengan terselenggaranya Upacara Pengibaran Bendera ini, diharapkan seluruh warga Desa Sooko semakin termotivasi untuk menjaga kesatuan dan persatuan, melestarikan nilai-nilai perjuangan, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan desa menuju masyarakat yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya.

Video selengkapnya silahkan lihat di link berikut ini