Cursor

Doa Bersama Pemdes Sooko

Pemerintah Desa Sooko Gelar Doa Bersama dalam Rangka Bersih Desa

Tahun 2026

 


Sooko, 13 Juli 2026 – Pemerintah Desa Sooko menggelar Doa Bersama dalam rangka Bersih Desa Sooko Tahun 2026 di Balai Desa Sooko, Senin (13/7/2026) pukul 20.00–22.00 WIB. Kegiatan yang mengusung tema "Meningkatkan Etos Kerja dan Kebersamaan Menuju Desa Mandiri yang Gemah Ripah Loh Jinawi Tata Titi Tentrem Kertaraharja Baldatun Tayyibatun wa Rabbun Ghafur" ini menjadi salah satu rangkaian Bersih Desa yang bertujuan mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus melestarikan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Acara dihadiri oleh Kepala Desa Sooko beserta jajaran perangkat desa, Ketua dan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua RT dan RW, Ketua Takmir Masjid se-Desa Sooko, tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, serta tamu undangan lainnya.


Rangkaian acara dipandu oleh sdri. Putri Ardina Setia Sari dari Kelompok 47 Kuliah Pengabdian Masyarakat UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh sdri. Dhorifah Ni'ma Rosyada dari Kelompok 46.

Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Panitia, Bpk. Eko Sutrisno, yang mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam menyukseskan rangkaian kegiatan Bersih Desa. Selanjutnya, Kepala Desa Sooko, Bpk. Sudarto, menyampaikan bahwa doa bersama merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat yang diberikan kepada masyarakat Desa Sooko. Kegiatan ini juga menjadi bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah berjasa membuka dan membangun Desa Sooko, sekaligus sebagai upaya mempererat persatuan, menjaga tradisi gotong royong, dan memperkuat kebersamaan dalam pembangunan desa.

Memasuki acara inti, tausiah dan tahlil dipimpin oleh Bpk. K.H Drs. Wahyul Hadi, M.Pd.I. Dalam tausiahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak rasa syukur, serta menjaga ukhuwah dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat. Rangkaian doa bersama kemudian dipimpin oleh Bpk. K.H. Nur Syamsi, S.Pd.I. sebagai ikhtiar memohon keberkahan, keselamatan, dan kemajuan bagi Desa Sooko beserta seluruh warganya.

Pelaksanaan doa bersama menjadi salah satu tradisi yang senantiasa dilestarikan masyarakat Desa Sooko dalam rangka peringatan Bersih Desa. Selain sebagai sarana spiritual, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antara pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta mahasiswa yang tengah melaksanakan pengabdian di Desa Sooko.

Kegiatan diakhiri dengan ramah tamah dan menikmati hidangan yang telah disiapkan panitia. Suasana kebersamaan yang terjalin selama acara diharapkan semakin memperkuat hubungan antarelemen masyarakat serta menjadi semangat bersama dalam mewujudkan Desa Sooko yang rukun, maju, dan sejahtera.


By Team Kelompok 47
KPM UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
@ 2026 


Kerja Bhakti

Mahasiswa KPM 47 Bersama Karang Taruna dan Warga Dusun Dalangan Laksanakan Kerja Bakti Rutin

 


Sooko, 12 Juli 2026 – Semangat gotong royong kembali terlihat di Dusun Dalangan, Desa Sooko, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo. Pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 07.30 hingga 08.30 WIB, mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 47 UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo bersama Karang Taruna dan warga setempat melaksanakan kerja bakti rutin di wilayah RT 1/RW 2 Dusun Dalangan.
    Kegiatan tersebut diikuti oleh 14 mahasiswa KPM 47 bersama anggota Karang Taruna dan masyarakat setempat. Kerja bakti ini merupakan agenda rutin mingguan warga Dusun Dalangan yang pelaksanaannya dilakukan secara bergilir pada setiap RT sebagai upaya menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.
    Partisipasi mahasiswa KPM 47 berawal dari ajakan Karang Taruna yang disampaikan pada malam sebelumnya saat kegiatan rutin arisan Karang Taruna Dusun Dalangan. Ajakan tersebut disambut antusias oleh mahasiswa sebagai bentuk keterlibatan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan sekaligus mempererat hubungan dengan warga selama masa pengabdian di Desa Sooko.


    Selama kegiatan berlangsung, peserta kerja bakti membersihkan badan jalan dari rumput liar dan sampah, membersihkan saluran drainase, serta menata kembali batu-batu pada bagian selokan yang memerlukan perbaikan agar lebih rapi dan kuat. Sampah hasil pembersihan kemudian dikumpulkan dan dibakar pada lokasi yang telah ditentukan sehingga lingkungan kembali bersih dan tertata.
    Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman, kegiatan kerja bakti ini juga menjadi sarana memperkuat budaya gotong royong yang telah lama menjadi tradisi masyarakat Dusun Dalangan. Kehadiran mahasiswa KPM 47 di tengah-tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan semangat baru dalam menjaga kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mempererat sinergi antara mahasiswa, Karang Taruna, dan warga.
    Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, terjalin kebersamaan antara masyarakat dan mahasiswa dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. Semangat kolaborasi tersebut diharapkan terus terpelihara selama pelaksanaan KPM berlangsung, sehingga berbagai program pengabdian yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Sooko


By Team Kelompok 47
KPM UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
@ 2026

Pembukaan KPM UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo Tahun 2026 di Desa Sooko

Pembukaan KPM UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo Tahun 2026 di Desa Sooko Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo



Sooko, 9 Juli 2026 – Pemerintah Desa Sooko secara resmi menerima kehadiran mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo Tahun 2026 melalui kegiatan pembukaan yang diselenggarakan di Balai Desa Sooko, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, pada Kamis (9/7/2026)  sekitar pukul 09.00 WIB.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 46 dan Kelompok 47 KPM UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, didampingi oleh dua Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yaitu Subhan Fathu Alam, M.Pd.I. dan Imam Hanafi, S.Pd.I., M.H.I. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Sooko, Bapak Sudarto, beserta jajaran perangkat desa.

Pelaksanaan KPM tahun ini mengusung tema "Sustainable Community Development Berbasis Ekoteologi dalam Penguatan Multisektor; Pendidikan, Hukum, Ekonomi, dan Sosial Keagamaan." Melalui tema tersebut, mahasiswa diharapkan mampu berkolaborasi dengan masyarakat dalam mengembangkan potensi desa melalui berbagai program pengabdian yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

Acara pembukaan berlangsung dengan tertib dan khidmat. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara Putri Ardina Setia Sari dari Kelompok 47, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Faqih Bahrun Ni'am. Selanjutnya, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu oleh Tyas Wulan sebagai dirigen.

Memasuki sesi sambutan, Ehsan Mubarok selaku Koordinator Desa yang mewakili Kelompok 46 dan Kelompok 47 menyampaikan komitmen mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat secara optimal selama masa KPM yang berlangsung mulai 8 Juli hingga 14 Agustus 2026. Ia berharap seluruh program kerja yang telah dirancang dapat berjalan dengan baik melalui dukungan dan kerja sama dari Pemerintah Desa serta masyarakat Desa Sooko.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Subhan Fathu Alam, M.Pd.I., selaku perwakilan Dosen Pembimbing Lapangan. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kegiatan KPM merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki sekaligus belajar langsung dari kehidupan masyarakat melalui sikap yang santun, adaptif, dan penuh tanggung jawab.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Sooko Bapak Sudarto menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Sooko sebagai lokasi pelaksanaan KPM. Beliau mengajak seluruh mahasiswa untuk menjalin komunikasi yang baik dengan Pemerintah Desa, perangkat desa, maupun tokoh masyarakat selama menjalankan program pengabdian.

"Kami berharap apabila mahasiswa membutuhkan bantuan atau informasi dalam pelaksanaan program kerja, agar senantiasa berkoordinasi dengan perangkat desa maupun tokoh masyarakat yang berkaitan. Begitu pula sebaliknya, Pemerintah Desa siap memberikan dukungan demi kelancaran kegiatan KPM. Yang tidak kalah penting, mahasiswa diharapkan dapat membaur dengan masyarakat sehingga keberadaan KPM benar-benar memberikan manfaat bagi warga Desa Sooko," tutur Bapak Sudarto.

Sebagai bentuk dimulainya kegiatan pengabdian, Kepala Desa Sooko secara resmi membuka Kuliah Pengabdian Masyarakat UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo Tahun 2026 di Desa Sooko.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Imam Hanafi, S.Pd.I., M.H.I., dilanjutkan penutupan acara. Sebagai penutup kegiatan, seluruh peserta, dosen pembimbing, dan Pemerintah Desa melaksanakan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi dan komitmen dalam mendukung pelaksanaan KPM di Desa Sooko.

Melalui pelaksanaan KPM ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang harmonis antara mahasiswa, Pemerintah Desa, dan masyarakat dalam mewujudkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan Desa Sooko. Kehadiran mahasiswa KPM diharapkan mampu menjadi mitra masyarakat dalam mendorong penguatan sektor pendidikan, hukum, ekonomi, serta sosial keagamaan yang selaras dengan semangat pembangunan berkelanjutan.



by team Kelompok 47
KPM UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
@2026

PERINGATAN HARI SANTRI

 

DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI SANTRI NASIONAL TAHUN 2025


By Admin Website Desa Sooko, Oktober 2025

Hari Santri merupakan momentum nasional untuk mengenang perjuangan serta kontribusi para santri terhadap sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Penetapan Hari Santri secara resmi diumumkan oleh Presiden Joko Widodo pada 15 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal, Jakarta, setelah penandatanganan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015.

Tanggal 22 Oktober dipilih sebagai Hari Santri Nasional untuk memperingati Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 resolusi tersebut menjadi tonggak penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan menegaskan peran besar santri dalam perjuangan bangsa.

Menjelang Hari Santri 2025, berbagai daerah di Indonesia mulai melakukan persiapan acara untuk memeriahkan peringatan nasional ini.

Pemerintah Kabupaten Ponorogo juga telah menyiapkan berbagai agenda peringatan Hari Santri 2025.

Dalam rapat koordinasi di Ruang Bantarangin pada Senin (6/10/2025), Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko atau yang akrab disapa Kang Giri, menyampaikan bahwa Hari Santri bukan hanya milik pesantren semata.

“Kalau Hari Santri hanya milik pesantren, itu sudah ketinggalan zaman,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Ponorogo terus mematangkan persiapan jelang peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-X tahun 2025 yang akan dipusatkan di Bumi Reog. Rapat koordinasi lintas elemen masyarakat digelar di ruang Bantarangin, Minggu (12/10/2025) malam, untuk memantapkan konsep acara bertema “Gerakan Ayo Mondok.”

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, mengatakan bahwa peringatan HSN kali ini difokuskan untuk mengajak generasi muda agar menempuh pendidikan melalui pondok pesantren.

Menurut Sugiri Sancoko konsep Gerakan Ayo Mondok akan dikemas lebih segar dengan nuansa kekinian agar mudah diterima oleh generasi muda. Beragam kegiatan seperti Santri Run, Santri Ekstravaganza, Halaqoh Kebangsaan, Tabligh Akbar, Manuskrip Pesantren, hingga Apel Akbar akan meramaikan peringatan tersebut.

Dalam Rangka memperingati hari santri Pemerintah Kabupaten Ponorogo mengeluarkan himbauan mulai tanggal 13 sampai dengan tanggal 22 Oktober semua instansi dan elemen masyarakat untuk memakai pakaian santri yakni bagi yang merasa laki – laki menggunakan sarung dan kopyah sedang untuk perempuan menggunakan gamis, berkerudung.

Untuk itu sebagai bentuk keikut sertaan Pemerintah Desa Sooko Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo dalam memperingati hari Santri Nasional dan tindak lanjut atas HImabauan Bapak Bupati Ponororogo maka Pemerintah Desa Sooko mengeluarkan Surat Himbauan yang ditujukan kepada semua Intansi, Lembaga Desa (seperti LPMD, PKK, Posyandu, dll), Lembaga Kemasyarakatan Desa (seperti Ketua RT, RW, Karang Taruna, Majelis Taklim/Pengajian, dll), Takmir Masjid dan Musholla, para pedagang dan masyarakat se-Desa Sooko mulai tanggal 13 sampai dengan 22 Oktober 2025 untuk memakai pakaian muslim. Selain itu dalam meyemarakan peringatan hari santri nasional Pemerintah Desa Sooko berencana melaksanakan kegiatan bernuansa islami sesuai dengan kondisi dan situasi.